Lewati ke konten utama
Aerial

Ratusan Tahun “Ghosting”, Burung Pelanduk Borneo Akhirnya Kembali!

Seketika muncul kembali! Inilah kisah nyata Burung Pelanduk Kalimantan (Malacocincla perspicillata), sang "hantu" yang kembali dari ambang kepunahan setelah 172 tahun menghilang.

Redaksi AKARMERA Diperbarui 18 September 2026 8 menit baca
Ratusan Tahun “Ghosting”, Burung Pelanduk Borneo Akhirnya Kembali!

Bagikan

Facebook X WhatsApp

Bayangkan, sebuah spesies menghilang begitu saja dari peta bumi, bahkan sudah tercatat punah dan hanya menjadi cerita dalam buku-buku tua. Seketika muncul kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Inilah kisah nyata Burung Pelanduk Kalimantan, sang "hantu" yang kembali dari ambang kepunahan setelah 172 tahun menghilang.

Burung Pelanduk Kalimantan (Black-browed Babbler), yang secara ilmiah bernama Malacocincla perspicillata, secara resmi telah ditemukan kembali setelah dinyatakan punah selama lebih dari satu setengah abad. Penemuan ini menggemparkan dunia ornitologi (ilmu burung) dan menjadi kisah konservasi paling dramatis dalam beberapa dekade terakhir.

Penemuan Tak Terduga di Hutan Kalimantan Selatan

Penemu tak terduga adalah warga lokal yang sedang berada di kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Temuan warga ini kemudian dilaporkan dan dikaji secara mendalam oleh para ahli burung. Hasil kajian ilmiah mereka akhirnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi BirdingAsia.

Burung ini adalah spesies endemik asli Borneo, artinya hanya bisa ditemukan di pulau ini. Sejak pertama kali dipastikan menghilang pada kisaran tahun 1848, tidak ada satu pun catatan konfirmasi tentang keberadaannya. Hampir 172 tahun lamanya nasibnya menjadi misteri, membuat para ilmuwan mengira habitat asli Borneo telah kehilangan salah satu penghuni eksotiknya untuk selamanya.

Harapan Baru bagi Konservasi Keanekaragaman Hayati

Publikasi jurnal ilmiah dengan judul "Missing for 170 years – The Rediscovery of Black-browed Babbler Malacocincla perspicillata on Borneo" menjadi bukti nyata bahwa alam nusantara masih menyimpan misteri besar yang belum terungkap.

Kembalinya Burung Pelanduk Kalimantan bukan sekadar keberuntungan, melainkan pengingat kuat bahwa keanekaragaman hayati kita masih menyimpan banyak harapan selagi ekosistem hutan tetap dijaga dan dilestarikan.

Penemuan ini membuka babak baru untuk penelitian, pemantauan intensif, dan pengetatan perlindungan terhadap habitat kanopi hutan Borneo. Kisah ini mengajarkan bahwa selama hutan dan habitat alaminya terjaga, proses pemulihan alam akan selalu memberikan kejutan luar biasa.

Terkait

Artikel terkait

Ungkap Rahasia Burung Mini di Zaman Dinosaurus
Aerial

Ungkap Rahasia Burung Mini di Zaman Dinosaurus

Fosil burung yang panjangnya kurang dari 5 sentimeter dan beratnya tak lebih dari 8,5 gram ini menjadi salah satu burung terkecil yang diketahui hidup sezaman dengan dinosaurus raksasa seperti Sauropoda.

Redaksi AKARMERA 7 menit baca

Kategori

Lebih banyak dari Aerial

Lihat kategori
Ungkap Rahasia Burung Mini di Zaman Dinosaurus
Aerial

Ungkap Rahasia Burung Mini di Zaman Dinosaurus

Fosil burung yang panjangnya kurang dari 5 sentimeter dan beratnya tak lebih dari 8,5 gram ini menjadi salah satu burung terkecil yang diketahui hidup sezaman dengan dinosaurus raksasa seperti Sauropoda.

Redaksi AKARMERA 7 menit baca