Ungkap Rahasia Burung Mini di Zaman Dinosaurus
Fosil burung yang panjangnya kurang dari 5 sentimeter dan beratnya tak lebih dari 8,5 gram ini menjadi salah satu burung terkecil yang diketahui hidup sezaman dengan dinosaurus raksasa seperti Sauropoda.
CUENCA, SPANYOL – Analisis mutakhir terhadap fosil burung purba berukuran mini yang ditemukan di situs Las Hoyas, Spanyol, mengungkapkan kompleksitas perkembangan burung-burung purba yang belum sepenuhnya dipahami. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications memanfaatkan teknologi pencitraan radiasi sinkrotron mutakhir untuk mengintip kehidupan makhluk tersebut 127 juta tahun silam.
Fosil burung yang panjangnya kurang dari 5 sentimeter dan beratnya diperkirakan tak lebih dari 8,5 gram ini menjadi salah satu burung terkecil yang diketahui pernah hidup berdampingan dengan dinosaurus raksasa seperti Sauropoda di era Mesozoikum.
Teknologi Radiasi Sinkrotron Ungkap Struktur Tulang Submikron
Teknologi radiasi sinkrotron memungkinkan para peneliti memotret fosil kecil tersebut dengan resolusi luar biasa hingga tingkat sepersejuta meter (submikron). Melalui teknologi ini, terungkap bahwa burung mini tersebut mati tak lama setelah menetas dari telurnya.
Analisis menunjukkan tulang dadanya masih berupa tulang rawan yang lunak dan belum mengeras sempurna menjadi tulang padat yang diperlukan untuk daya kepak terbang. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pada saat kematiannya, burung dari kelompok Enantiornithes (subkelas burung purba bergigi dan bercakar di sayap) ini belum mampu mengudara.
Strategi Pertumbuhan Satwa Purba yang Sangat Beragam
Temuan kunci lainnya adalah pola pengerasan tulang burung purba ini berbeda signifikan dengan spesies Enantiornithes lain yang pernah diteliti. Perbedaan ini menyiratkan bahwa strategi pertumbuhan dan perkembangan evolusioner burung-burung purba jauh lebih beragam daripada yang diduga para ahli sebelumnya.
Dunia purba di era dinosaurus dipenuhi dengan keanekaragaman kehidupan mikro yang menakjubkan, membuka cakrawala baru tentang asal-usul adaptasi terbang pada unggas modern.